Rabu, 02 Maret 2011

UAS Ikut Tentukan Kelulusan, Raport Rawan Diganti



Rembang, Cybernews. Penentuan kelulusan Ujian Nasional (UN) 2011 akan menggunakan sistem penilaian terpadu. Yaitu penentuan kelulusan bertumpu pada nilai UN dan hasil Ujian Akhir Sekolah (UAS). Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Rembang, Nur Rohman Spd meminta Diknas melakukan pengawasan terhadap raport UAS siswa di sekolah-sekolah.
"Jangan sampai untuk mengejar kelulusan, raport hasil UAS siswa diganti. Diknas sebenarnya bisa mengambil langkah pengamanan dengan menarik rapor agar tidak diganti oleh pihak sekolah," jelas dia.
Dia mengaku, saat ini banyak sekali rumor dan dugaan sekolah menganti rapor siswa untuk mengantisipasi kelulusan  tahun 2011. "Guru saat saling bertemu bahkan punya seloroh khusus saat saling sapa, donya po akhirat (dunia atau akhirat, red). Donya maksudnya menganti raport demi meluluskan siswa. Dan akhirat untuk sekolah yang tak mau menganti raport siswa untuk kelulusan," kata guru SMK Negeri Sedan ini.
Kepala Diknas menegaskan, kemungkinan adanya kecurangan yang dilakukan sekolah dengan 'mengganti' nilai siswa yang tertera dalam rapor seperti itu kecil. "Guru sebagai pendidik diikat oleh kode etik, sehingga tindakan seperti itu kemungkinan kecil untuk terjadi," katanya.
Dia menambahkan sesuai rencana, pelaksanaan UN secara nasional akan digelar pada tanggal 18 hingga 21 April 2011 untuk tingkat SMA dan sederajat, SMP pada tanggal 25 hingga 29 April, sedangkan ujian untuk SD pada tanggal 9 hingga 11 Mei 2011.
( Mulyanto Ari Wibowo / CN27 / JBSM )

 http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/02/06/77247/UAS-Ikut-Tentukan-Kelulusan-Raport-Rawan-Diganti

UN Tahun Ini Jadi Ujian Kepercayaan


Wonogiri, CyberNews. Ujian Nasional (UN) tahun 2011 ini, akan menjadi era pelaksanaan ujian yang menitikberatkan pada aspek kepercayaan. Kalau UN dulu sebagai ujian kejujuran, untuk UN tahun ini dititikberatkan pada aspek kepercayaan. Pelaksanaannya, akan ditandai dengan adanya beberapa perubahan yang cukup signifikan.
UN tahun lalu ada ujian ulang dan melibatkan kesertaan Tim Pemantau Independen (TPI). Tapi untuk tahun 2011 ini, tidak ada ujian ulang dan tidak ada TPI. "Peran nilai UN, nanti hanya akan menjadi sub-komponen penentu bagi kelulusan siswa," tegas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Wonogiri Drs Suparno MPd.
Nilai perolehan UN, tambahnya, tidak lagi menjadi penentu secara mutlak bagi kelulusan siswa. Pasalnya, perolehan nilai UN masih akan dipadukan dengan perolehan nilai ujian sekolah (US), bersama nilai raport siswa selama tiga smester terakhir.
Dengan demikian, dalam UN tahun 2011 ini, tidak lagi ada diskriminasi perlakuan terhadap mapel yang di-UN-kan maupun yang di-US-kan. "Semua mapel memiliki bobot yang sama pentingnya, dan tidak boleh diremehkan atau dianggap remeh," tandas Suparno.
Kepada semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan ujian, diserukan untuk senantiasa komit terhadap prinsip-prinsip kelulusan dengan memperhatikan proses pembelajaran semua mapel.
Taraf Ujian Nasional
Lebih lanjut Suparno menyatakan, semua mata pelajaran (mapel) yang di-UN-kan nantinya juga akan di-US-kan. Bahkan mapel agama, akan di-US-kan dengan taraf ujian nasional. Yang materinya 25 persen dari pusat, dan 75 persen dibuat oleh kabupaten/kota masing-masing.
Khusus untuk para murid SMK, kepadanya akan menjalani ujian kompetensi kejuruan (UKK) sesuai dengan jurusan yang selama ini mereka tempuh. Pelaksanaan UKK, dijadwalkan akan digelar tanggal 15 Maret 2011. Kemudian ujian praktiknya dilaksanakan 16 Maret 2011.
Jadwal UN untuk SD/MI akan dilaksanakan tanggal 10 sampai 12 Mei 2011, SMP/MTs tanggal 25 sampai 28 April 2011, SMA/MA dari tanggal 18 sampai 21 April 2011 dan SMK tanggal 18 sampai 20 April 2011. Ujian sekolah, dilaksanakan sebelum pelaksanaan UN.
Di Kabupaten Wonogiri, jumlah peserta ujian untuk SD sebanyak 16.965 anak, SMP/MTs 14.606 siswa, SMA/MA 3.262 murid, dan SMK sebanyak 5.301 pelajar. ''Total murid yang akan ujian tahun ini mencapai 40.134 anak,'' tegas Suparno.
Mengingat pelaksanaan UN tahun 2011 ini memiliki nuansa yang berbeda dengan pelaksaan UN tahun sebelumnya, Disdik Wonogiri telah melakukan berbagai langkah persiapan, termasuk menyiapkan regulasi dan menggelar sosialisasi kepada semua jajaran terkait.
Yakni kepada para kepala sekolah (kasek), pengawas pendidikan, dan semua Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) se Kabupaten Wonogiri. "Dengan harapan, sosialisasi ini akan ditindaklanjuti oleh sekolah ke semua siswa dan orang tua murid," tandasnya.
( Bambang Purnomo / CN26 / JBSM )

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/01/29/76628/UN-Tahun-Ini-Jadi-Ujian-Kepercayaan

Agama Islam Masuk Ujian Nasional

Purwokerto, CyberNews. Meski mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dimasukkan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), namun dalam pelaksanaannya mapel tersebut masih masuk kategori ujian sekolah.
Kasi Kurikulum Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Susmoro, Jumat(11/2), mengungkapkan, kendati masuk dalam kategori ujian sekolah, dalam menyusun naskah soal tetap berpedoman pada kisi-kisi nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat (Kementerian Agama).
Penggunaan kisi-kisi nasional dalam penyusunan naskah soal ini, lanjut dia, agar standar masing-masing sekolah sama. "Sebenarnya mapel pendidikan agam Islam diujikan dalam USBN ini sudah dijalankan pada tahun lalu.  Saat itu di Banyumas sudah ada sejumlah sekolah yang telah melaksanakan,'' ujar dia.
Sementara Kasi Mapenda Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Akhsin Aedi mengatakan, sesuai keputusan Dirjen Pendidikan Islam, mapel pendidikan agama Islam akan diujikan dalam USBN bagi sekolah yang dinyatakan siap melaksanakan. 
Mapel pendidikan agama yang akan diujikan, lanjut dia, untuk sementara baru Agama Islam.  Sedangkan untuk pendidikan agama yang lain belum. Kebijakan ini diberlakukan khusus untuk sekolah umum, yakni dari jenjang SD hingga SMA/SMK.
Sedangkan bagi madrasah tidak diberlakukan, sebab dalam Ujian Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) di dalamnya sudah meliputi pendidikan agama Islam.  Ada lima mapel yang diujikan dalam UAMBN, antara lain Alquran dan Al Hadits, Fiqih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab.
Terkait dengan kebijakan ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan. "Walaupun kemungkinan belum seluruh sekolah, namun diharapkan setidaknya sudah ada sekolah yang melaksanakan keputusan tersebut,'' ujarnya.
( Budi Setyawan / CN16 / JBSM )

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/02/11/77664/Agama-Islam-Masuk-Ujian-Nasional

Lima Paket Soal UN Dibagi Acak

25 Februari 2011 | 14:58 wib
 


Semarang, CyaberNews. Lima paket soal ujian nasional yang baru diterapkan tahun ini, akan dibagi secara acak dalam satu ruang secara proporsional. Untuk itu, siswa dimungkinkan mendapat jenis paket soal yang berbeda-beda dalam tiap mata pelajaran yang diujikan.
Mekanisme ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya ada dua paket soal dan dibagikan secara terstruktur (selang seling) berdasar nomor ganjil atau genap. Sehingga, tiap siswa selalu mendapat jenis soal yang sama tiap mata pelajaran.
"BSNP memang sengaja membagi secara acak, demi menekan kecurangan pihak sekolah maupun siswa. Dengan cara begini, siswa yang saat mata ujian Matematika mendapat paket soal A, bisa jadi keesokan harinya saat mata ujian Bahasa Inggris, mendapat paket soal C. Kami optimis bisa mempersulit upaya main mata antara sekolah dan siswa," terang anggota Badan Standar Nasional Pendidikan, Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MKons, Jumat (25/2).
Mekanisme itu, lanjutnya, juga diyakini mengurangi kebocoran soal. "Misalkan ada pihak yang mendapat bocoran soal sebelum pelaksanaan ujian, belum tentu soal itu didapat siswa saat mengikuti ujian di kelas karena paket soalnya bisa jadi berbeda dan memang belum bisa dipastikan sebelumnya," tandasnya.
Lebih lanjut, Mungin menambahkan, model paket soal UN yang lebih banyak, bukan berarti menaikkan biaya pengadaan. "Tidak ada kenaikan biaya sama sekali dari tahun sebelumnya, karena yang dihitung di percetakan yakni jumlah lembaran yang dicetak, bukan jumlah jenis soal. Karena itu, anggapan kalau penambahan jenis paket soal UN memboroskan anggaran negara, tidak benar," lanjutnya.
BSNP nantinya akan mengevaluasi pelaksanaan UN dengan model baru tahun ini. "Jika memang penambahan jenis paket soal, berdampak signifikan terutama menepis kecurangan, mekanisme ini akan terus kami lakukan. Bahkan bisa jadi, di tahun tahun mendatang, paket soal menjadi 20 jenis, artinya, masing-masing siswa dalam satu ruang, mendapat jenis soal berbeda," tutur dia.
( Hadziq Jauhary / CN27 / JBSM )

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/02/25/78799/Lima-Paket-Soal-UN-Dibagi-Acak