Minggu, 01 Desember 2013

Muharram sebagai Syahrullah

Diantara keistimewaan bulan Muharram adalah predikat yang diberikan oleh Allah swt. dengan menyebutnya sebagau syahrullah (bulannya Allah). Begitulah Allah mengistimewakan bulan Muharram, maka janganlah sekali-kali kita menghina bulan yang dimuliakan oleh-Nya dengan berniat melakukan keburukan pada bulan ini. 
Sebagaimana hadits Rasulullah saw. berikut, yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah RA.

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل (رواه مسلم).
Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadlan adalah puasa di bulan Allah; yaitu Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.

Hadits ini selain menjelaskan fadhilah puasa sunnah di bulan Muharram yang rangking keutamannya berada satu tingkat di bawah puasa wajib di bulan Ramadhan.  Juga menekankan bahwa bulan Muharramlah, satu-satunya bulan  yang disebut  sebagai Syahrullah. Ini artinya bulan Muharram diistimewakan oleh Allah melebihi bulan lain. Maka segala amal kebaikan yang mengisi bulan ini, memiliki nilai istimewa pula, dan akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang istimewa pula. Begitu pula sebaliknya, segala kedhaliman yang dikerjakan pada bulan ini niscaya balasannya akan dilipatgandakan.

Lima Kunci Jadi Pengusaha Sukses



Tentunya, banyak dari Anda yang ingin memiliki bisnis sendiri. Banyak sekali ide dan peluang yang bisa Anda manfaatkan. Tetapi, untuk mulai berbisnis tidaklah mudah. Banyak sekali tantangan yang Anda harus taklukan.

Berikut adalah tips sukses berbisnis yang dapat Anda terapkan:
 
1. Jangan takut rugi

Pasti semua orang takut memulai bisnis karena mereka takut rugi, uang yang mereka dapatkan belum pasti jumlahnya. Berbeda dengan bekerja di kantor yang memiliki gaji yang pasti diterima setiap bulan dengan jumlah yang sudah diketahui.

Ketakutan itulah yang membuat sebagian orang mundur dan mengurungkan niat mereka menjadi pengusaha. Semua bisnis pasti mengalami kerugian, terutama di awal merintis. Ingatlah bahwa tidak ada satu pun bisnis yang selalu untung, pasti selalu terdapat untung dan rugi dalam berbisnis.
Oleh karena itu, pahamilah bahwa semua pengusaha sukses berawal dari keberanian mereka dalam mengambil risiko merugi hingga mereka mendapatkan suatu keuntungan.

Istighfar : Solusi Segala Masalah

Amal ibadah pertama yang akan kita bahas adalah istighfar. Amalan ini disebut dalam al-Qur'an sebagai salah satu sifat dari hamba Allah yang bertaqwa (QS Ali 'Imran : 133 - 135). Selain sebagai salah satu karakteristik dari orang bertaqwa, amalan ini sungguh istimewa. Dalil-dalil yang membahas mengenai istighfar menyebutkan betapa ia dapat menjadi solusi segala masalah. Artinya masalah apapun yang kita hadapi dan kita merasa berat menjalaninya dapat diatasi dengan satu solusi, yaitu istighfar. Adapun dasarnya adalah dari dalil-dalil berikut ini :

Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan melapangkan setiap kesusahannya, memberi jalan keluar pada setiap kesukarannya, dan memberinya rezeki tanpa diduga-duga."
(HR. Abu Dawud dan Nasa'i)

Cara Mengamalkan Ayat Seribu (1000) Dinar

Ayat Ath-Thalaq : 2-3 atau yang dikenal oleh sebagian umat Islam sebagai ayat 1000 dinar memang terkandung pelajaran mengenai pentingnya takwa kepada Allah. Dimana dalam ayat tersebut tertera janji Allah bahwasanya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap cobaan, dan janji bahwasanya Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka, kesemuanya itu ditujukan bagi mereka yang bertakwa kepada Allah.

Ayat seribu dinar secara tersurat memang secara terang-terangan menceritakan tentang keterkaitan antara rezeki dan pertolongan Allah dengan takwa. Isi ayat Ath-Thalaq : 2-3 adalah sebagai berikut :
 
"...Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq : 2-3)