Rabu, 02 Maret 2011

Susu Kedelai Peninggi Tubuh


image
UMUMNYA sebagian orang mengidamkan tubuh yang tinggi dan langsing. Cara-cara dengan biaya mahal pun rela ditempuh untuk mewujudkannya. Padahal ada langkah lain yang lebih mudah, praktis dengan biaya lebih terjangkau.
Konsumsi kedelai salah satunya. Jenis kacang yang satu ini selain kaya manfaat juga murah. Kedelai memiliki banyak protein nabati yang mengandung 22 asam amino untuk pencegahan berbagai penyakit. Karena sedikit mengandung lemak, kedelai sangat baik dan dianjurkan untuk diet.
Kedelai biasa diolah menjadi susu dan terasa gurih ketika dikonsumsi. Di situlah salah satu kekhasannya. Selain menyehatkan, susu kedelai berfungsi menambah tinggi badan serta menurunkan lemak dalam tubuh.
Kedelai yang rendah lemak, tinggi protein, baik untuk membangun otot tubuh. Kedelai menguatkan tulang karena banyak mengandung vitamin D serta kalsium. Selain itu, kedelai yang diolah menjadi susu mengandung isoflavon yang mirip dengan hormon estrogen.
Isoflavon dalam kedelai berupa geinistein dan berfungsi sebagai anti kanker payudara sekaligus mencegah diabetes serta menguatkan matriks tulang.
Protein dalam kedelai mampu merangsang kelnjar pituitary untuk mensekresi HGH (Human Growth Hormon). Banyak yang menganggap bahwa pertumbuhan tinggi badan seseorang berhenti pada usia 17-18. Bukan berhenti, namun kelenjar pituitary mengurangi sekresi HGH sampai 50%. Sehingga jika ada usaha, tubuh masih dapat tumbuh tinggi meskipun tak seperti usia di bawah 17 tahun.
Tak cukup hanya mengonsumsi olahan kedelai, untuk memperoleh hasil maksimal, harus didukung pula dengan olahraga teratur.
Susu kedelai sebenarnya tak kalah dengan susu sapi. Meski kalsium susu kedelai tak sebanyak susu sapi, mutu proteinnya nyaris sama. Mengonsumsi kedelai yang diolah menjadi susu sebanyak dua gelas sehari, telah mencukupi kebutuhan protein tubuh. Perbandingan protein dan lemak dalam kedelai ialah 2,8g:1,5g.
Perlu diketahui, susu kedelai hanya dapat bertahan lama bila disimpan dalam lemari pendingin. Kedelai mengandung sedikit methione dibanding makanan lain sejenis. Methione merupakan sejenis asam amino yang dapat menyebabkan kehilangan banyak kalsium dalam tubuh.
Meskipun demikian, susu kedelai dianjurkan dikonsumsi mereka yang menjalani diet. Kedelai sangat rendah lemak, berbeda dengan susu sapi yang tinggi lemak.

Ferguson: MU Hanya Kalah Oleh Wasit


image
London, CyberNews.

02 Maret 2011 | 09:28 wib

Kepemimpinan wasit dalam laga antara Manchester United kontra Chelsea membuat pelatih Alex Ferguson gusar. Wasit Martin Atkinson dinilai berat sebelah, dia cenderung menguntungkan Chelsea.
Pada pertandingan dini hari tadi (WIB), Manchester unggul lebih dulu 1-0 yang dilakukan oleh Wayne Rooney pada menit ke-29. Kemudian Chelsea berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-54 yang diciptakan David Luiz.
Namun pada menit ke-79, Atkinson memberikan hadiah penalti kepada Chelsea setelah Chris Smalling melanggar Yuri Zhirkov. Penalti yang dilakukan oleh Frank Lampard gagal dihalau kiper Edwin van Der Sar. Skor berubah 1-2 untuk keunggulan Chelsea.
Pada tambahan waktu 90+2, kembali wasit mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan kartu kuning kedua bagi Nemanja Vidic karena melakukan pelanggaran terhadap Ramires. Lengkap sudah penderitaan MU.
Ferguson menilai, kepemimpinan wasit tidak fair. Menurut Ferguson, beberapa kali David Luiz melakukan pelanggaran yang seharus mendapatkan kartu namun tidak satupun kartu diberikan kepadanya.
Mengenai kartu merah Vidic, Ferguson mengatakan, "Sejujurnya, saya tak melihat apa yang terjadi karena itu jauh di sudut. Saya harus melihat (rekaman)."

Tomat, si Mungil Kaya Manfaat


image
TOMAT selain dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan juga memiliki beragam khasiat untuk kesehatan. Si mungil dengan warna merah atau orange kehijauan ini kaya akan kandungan vitamin A dan C yang baik untuk tubuh. Dari bermacam jenis tomat, jenis tomat buah lah yang paling baik dikonsumsi.
Berbeda dengan sayuran lain, kandungan manfaat tomat tidak akan berkurang jika dimasak. Justru disarankan agar mengonsumsi tomat dengan cara diolah terlebih dulu. Zat-zat yang terkandung dalam tomat dapat menghancurkan radikal debas dalam masakan. Lycopene yang dikeluarkan tomat juga akan lebih banyak setelah diolah.
Kandungan lycopene ini dapat mencegah kerusakan sel sebagai pemicu kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas. Selain itu dapat mengobati ganguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi lever dan serangan empedu. Gel berwarna kuning pada biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung.
Namun perlu diingat, mengonsumsi tomat yang dicampur dalam masakan bersama lemak dan gula secara berlebihan, tidak baik bagi kesehatan.
Khasiat tomat lainnya yakni untuk kecantikan, seperti mengobati jerawat, menghaluskan wajah, mengurangi komedo juga mencerahkan kulit. Caranya sebagai berikut:
Mengobati jerawat. Rebuslah sebuah tomat, lalu potong-potong. Gosokkan potongan tomat pada bagian wajah yang berjerawat. Diamkan sepuluh menit, bilas wajah dengan air. Lakukan rutin hingga jerawat menghilang.
Untuk menghaluskan wajah, Anda cukup mengoleskan perasan air tomat pada wajah. Sedangkan untuk mencerahkan kulit wajah, dengan cara mengoleskan tomat yang telah dihancurkan.
Tomat juga bermanfaat mengurangi komedo. Caranya, haluskan tomat lalu campur dengan madu. Oleskan campuran itu pada wajah dan diamkan selama 15 menit. Bilas dengan air hangat.

Kaya Manfaat, Jangan Remehkan Petai


image
JIKA mendengar kata petai (pete), pasti yang ada di pikiran Anda adalah sayuran yang apabila dimakan akan membuat nafas berbau tidak sedap. Bahkan, tidak jarang, Anda akan menyingkirkannya jika menemukan dalam makanan.
Petai atau di beberapa tempat disebut mlanding adalah tanaman yang berasal dari negara tropis, seperti Indonesia. Sayuran dengan buahnya yang menimbulkan bau khas ini, termasuk dalam suku polong-polongan. Tanaman yang memiliki nama latin parkia speciosa biasa disajikan sebagai campuran masakan atau dihidangkan sebagai lalapan.
Namun sayur yang biasa menjadi pelengkap beberapa masakan tradisional dan sambel asli Indonesia ini ternyata memiliki banyak manfaat yang mungkin belum pernah Anda duga sebelumnya.
Sumber gizi penting
Penelitian menunjukkan bahwa buah petai memiliki kandungan sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Ketiga zat ini adalah gula alami yang bisa menghasilkan energi instan bagi mereka yang mengkonsumsinya. Bahkan, kandungan protein dalam petai empat kali lebih banyak daripada apel. Selain itu, kandungan karbohidrat, fosfor, vitamin A, zat besi dan vitamin serta mineral lainnya dalam petai juga masih lebih banyak bila dibandingkan apel.
Atasi anemia
Anemia biasanya ditandai dengan gejala-gejala seperti tubuh lemas, letih dan kurang bersemangat. Anemia juga menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan konsentrasi dan nyeri pada persendian tulang. Hal ini, terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Kandungan zat besi yang tinggi dalam petai sangat bermanfaat untuk mengurangi anemia atau kurang darah.
Kurangi depresi dan stres
Ketika Anda mengalami stres atau bad mood, itu tandanya Anda kekurangan triptofan. Triptofan adalah suatu asam amino esensial yang apabila dikonsumsi, maka akan diubah menjadi serotonin, yang mampu mempengaruhi sistem kerja saraf dan berfungsi memperbaiki mood.
Stres juga berisiko mempercepat metabolisme tubuh dan mengurangi kalium dalam tubuh. Kalium berguna menstabilkan detak jantung dan memperlancar aliran oksigen ke otak. Untuk itu, ketika stres, Anda memerlukan lebih banyak kalium untuk tubuh. petai memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi.
Menyehatkan mata dan meningkatkan konsentrasi
Petai memiliki kandungan vitamin A yang cukup tinggi, yaitu 200 IU per 100 mg. Seperti diketahui, vitamin A bermanfaat untuk menjaga kesehatan kornea mata. Kalium dalam petai juga dapat meningkatkan konsentrasi dan kemampuan otak sehingga baik untuk membantu mereka yang kesulitan dalam belajar.
Mengurangi tekanan darah tinggi dan mencegah stroke
Kandungan kalium yang tinggi, namun rendah garam dalam petai mampu menstabilkan detak jantung. Tekanan darah yang terjaga akan menurunkan risiko terserang penyakit jantung dan gejala stroke. Bahkan The New England Journal of Medicine merilis hasil penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi petai secara teratur mampu menurunkan risiko kematian akibat stroke hingga 40 persen.
Memperlancar pencernaan
Serat juga banyak terkandung dalam petai. Serat atau fiber berguna memperlancar pencernaan. Bagi Anda yang sering mengalami gangguan pencernaan seperti konstipasi atau sembelit, mengonsumsi petai akan sangat membantu mengurangi penderitaan Anda. Petai juga memiliki efek antasid pada tubuh. Jika Anda merasa mual dan begah karena makan terlalu banyak, petai mampu mengurangi rasa sakit tersebut.